Sumba Barat

BISNIS LOKAL DAN TEMPAT-TEMPAT PENTING DI SUMBA

Sumba Barat

Sumba Barat menawarkan Pasola sebagai ikon pariwisata Sumba yang sudah tersohor. Di kabupaten ini, Anda juga akan menjumpai Hotel Nihi, yang telah menjadi hotel terbaik dunia, yang diraihnya karena berada di tanah yang alam dan budayanya kaya dan eksotis.

Pasola

Pasola

[:ID]Pasola adalah atraksi budaya yang menampilkan permainan ketangkasan saling melempar lembing/tombak kayu dari atas kuda yang dipacu kencang oleh kedua kubu yang saling berlawanan. Permainan ini cukup ekstrim karena tidak menggunakan pengaman apapun sehingga dapat menyebabkan cedera. Menurut kepercayaan adat Marapu (aliran kepercayaan lokal), kecelakaan atau cedera peserta adalah pertanda bahwa orang yang bersangkutan telah melanggar aturan adat, dan darah yang tercurah di arena Pasola akan memberikan kesuburan dan panen yang berlimpah.[:][:en]Pasola is a cultural attraction that displays a game of dexterity by throwing wooden javelin or spears from a horse that is spurred by opposing sides. The game is intense because it does not require the use of any safety equipment, which can cause injury. According to Marapu customary beliefs, it is believed that an accident or injury occurs in Pasola participants is a sign that they have violated traditional rules, and the blood bared in the Pasola arena symbolized abundant fertility and harvest.[:]

Selanjutnya »

Wulla Poddu

Wulla Poddu

[:ID]Dalam kepercayaan lokal Marapu, Wulla Poddu dipercaya sebagai bulan pembersihan, mengembalikan manusia ke asal-usulnya, hidup harmonis dengan alam dan leluhur. Fungsi alam dikembalikan melalui sejumlah ritual adat agar alam tidak murka, tetap memberi hasil kepada manusia, dan terjadi keharmonisan antara alam, manusia, dan hewan.[:en]In the Marapu religion, the original belief of the Sumba People, WullaPoddu is believed to be the month of cleansing, returning humans to their origins, and living in harmony with nature and their ancestors. Nature’s function is restored through a number of traditional rituals in order to not anger and continue to provide for its people to form harmony between nature, people, and animals.[:]

Selanjutnya »

Rambe Manu Cave

Rambe Manu Cave

[:ID]Rambe Manu adalah sebuah gua yang menjadi benteng pertahanan Wona Kaka ketika melawan kolonial Belanda. Pasukan Won Kaka menggunakan batu-batu besar dan potongan dahan besar yang digulirkan untuk menghantam musuh. Mereka didukung regu pengintai atau pengirim aba-aba dari hutan dengan meniru bunyi satwa. [:en]Rambe Manu is a place where locals fought the Dutch by using large stones and fragments of branches to forge and crush the enemy. The situation was supported by a reconnaissance team from the forest by imitating animal sounds. The Dutch troops who came to attack were all killed at the foot of Rambe Manu hill by rocks and large wooden branches. Wonakaka’s army achieved victory and the disappointed Lieutenant Bradsen angrily withdrew the rest of his troops in order to rearrange his strategy.[:]

Selanjutnya »

Tossi Village

Tossi Village

[:ID]Kampung Tossi juga salah satu kampung yang menyelenggarakan upacara adat Pasola bersama – sama dengan kampung Mbuku Bani. Di kampung ini Wisatawan dapat menyaksikan upacara adat Pasola yang digelar bersama – sama dengan kampung Mbuku bani. Kegiatan lain yang dapat dilakukan oleh wisatawan adalah menenun kain dengan menggunakan peralatan tradisional yang masih dipraktekkan oleh kaum wanita di kampung ini. Informasi dapat menghubungi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya. [:en]It is also one of the villages that holds the Pasola traditional ceremony together with Mbuku Bani’s village. Tossi Village, the younger brother of Mbuku Bani village, was given the honor to announce to the public regarding the Pasola schedule that had been determined in Mbuku Bani village.[:]

Selanjutnya »

Kampung Adat Mbuku Bani

Kampung Adat Mbuku Bani

Kampung ini terkenal karena ritual Marapu untuk menetapkan jadwal Pasola dan upacara adat Kawoking dilakukan di kampung ini. Untuk menyaksikan upacara adat Kawoking, Anda harus datang sehari sebelum Pasola karena acara dimulai pada malam hari. Kampung ini memiliki 31 rumah adat dan 83 kubur batu tua dan menyimpan benda-benda kuno seperti pistol dari emas, kain kuno, Peti dari besi, Bebek emas, guci, tambur dari kulit manusia dan masih banyak lagi benda-benda lain peninggalan nenek moyang.

Selanjutnya »

Mananga Aba Beach

Mananga Aba Beach

Pantai Mananga Aba merupakan pantai dengan hamparan pasir putih yang sangat panjang dan banyak ditumbuhi pohon pinus yang berjejer di sebagian garis pantai. pengunjung dapat menikmati keindahan alam, mandi, membuat video dan foto di sekitar lokasi pantai, bermain pasir dan berjemur serta menikmati sunset.

Selanjutnya »

Gua Alam Waikelo Sawah

Gua Alam Waikelo Sawah

Air yang keluar dari mulut gua dan pohon-pohon besar yang menaungi gua itu mengalirkan energi magis. Di bagian atas gua terdapat lubang besar yang dapat ditembus sinar matahari sehingga menciptakan pemandangan unik di dalam gua.

Selanjutnya »

Kampung Adat Tarung

Kampung Adat Tarung

Kampung ini menawarkan pengalaman mistis seperti berada di Sumba tempo dulu. Rumah-rumah beratap alang dengan menara mencakar langit dan deretan kubur batu menambah aura mistis kampung ini.

Selanjutnya »

Kampung Adat Prai Ijing

Kampung Adat Prai Ijing

Saat tiba di pintu masuk, Anda akan disuguhi pemandangan kampung dan rumah beratap alang yang berbaris berhadap-hadapan. Anda juga bisa melihat deretan kubur batu peninggalan yang memiliki banyak cerita dibaliknya.

Selanjutnya »

Nihi Sumba Beach

Nihi Sumba Beach

Pantai Nihi adalah salah satu tujuan peselancar dunia yang ingin menantang ombak pantainya yang ganas. Selain itu, pantai berpasir putih sepanjang 2,5 km menjadikanya sebagai destinasi kelas dunia.

Selanjutnya »

Rua Beach

Rua Beach

Selain menawarkan pantai yang menawan, saat menuju kesini, Anda akan disuguhi pengalaman berpetualang melewati jalan berliku, bukit-bukit, hutan dan padang savana yang memukau. Dari puncak bukit, Anda dapat melihat birunya hamparan pantai di kejauhan.

Selanjutnya »

Pantai Lai Liang

Pantai Lai Liang

Walau bibir pantainya tak seberapa panjang , Lai Liang tergolong pantai yang cantik dan berkarakter. Air yang berwarna biru kehijauan, pasir putih dan tebing karang yang mengapit ke dua sisi pantai, serta rimbunnya pepohonan di sekitarnya membuat La Liang sungguh layak di kunjungi.

Selanjutnya »

Pantai Wanukaka

Pantai Wanukaka

Pantai ini merupakan tempat pelaksanaan upacara Nyale dan Pasola Pantai. Pemandangan menarik dan berkarakter yang di tawarkan akan membuat anda terpanah. Dalam perjalanan anda akan di suguhkan dengan hamparan sawah dan aktivitas keseharian masyarakat lokal.

Selanjutnya »

Pantai Kere Wei

Pantai Kere Wei

Desa Patialabawa, Kec Lamboya. Pantai ini berjarak 45 km dari Waikabubak dan dapat ditempuh selama 60 menit dengan kendaraan roda dua dan empat.

Selanjutnya »

Pantai Watu Bela

Pantai Watu Bela

Walaupun bibir pantainya tidak terlalu luas, Anda akan dibuat kagum dengan pasir putih dan dinding karang yang melindungi bibir pantai seakan pantai ini tersaji untuk Anda. Saat berada disini, Anda bisa melihat ombak yang lincah menghantam dinding batu di pesisir pantainya.

Selanjutnya »

Marosi Beach

Marosi Beach

Sebongkah batu karang besar membelah pantai menjadi dua bagian yang sama menawannya. Airnya sejernih kristal, dan semua orang yang pernah berkunjung ke pantai ini terkesan dengan pasirnya yang berbulir besar yang seolah hendak menelan kaki Anda saat dipijak.

Selanjutnya »

Air Terjun Lapopu

Air Terjun Lapopu

Air terjun ini tercurah bertingkat-tingkat di sepanjang tebing batu setinggi 90 m. Undak-undak aair terjun ini dijuluki tangga bidadari. Air terjun ini dianggap sebagai maskot pariwisata Kabupaten Sumba Barat.

Selanjutnya »

Manupeu Tana Ndaru

Manupeu Tana Ndaru

Disini anda dapat menikmati dan mengawasi unggas endemik sekalian mengalami keindahan La Popu, air terjun setinggi 70m yang tersambung ke sebuah sungai berarus deras. Taman Nasional Manupeu Tanada­ru.

Selanjutnya »