FaQ

1. Pakaian apa yang cocok untuk berwisata ke Sumba?

Jika Anda bepergian siang hari, sebaiknya Anda menggunakan pakaian berbahan katun agar tidak kegerahan. Apabila hendak mendaki gunung atau menjelajahi hutan, utamakan menggunakan pakaian outdoor berlengan panjang untuk menghindari gigitan nyamuk atau terkena duri. Gunakan celana panjang yang berbahan ringan karena banyak lokasi destinasi yang berumput. Jangan gunakan sneakers atau sepatu olahraga yang licin, sepatu hiking atau sendal gunung akan lebih cocok. Jika Anda hendak mengunjungi perkampungan atau menjumpai warga lokal, hendaknya tidak mengenakan busana yang terlalu terbuka.

2. Bagaimana kondisi jaringan seluler di lokasi obyek wisata di Sumba?

Belum seluruh wilayah di Sumba terjangkau jaringan telepon di Sumba, khususnya tempat yang aksesnya jauh dari ibukota kabupaten. Jika berada di Sumba, Anda disarankan menggunakan jaringan Telkomsel. Ada juga jaringan XL, AXIS dan M3 tetapi jangkauan hanya kota kabupaten dan sekitarnya. Kendala lainnya, pulsanya hanya dijual terbatas, kecuali Anda membelinya secara online.

3. Apa jenis makanan yang umum tersedia dan dimana saja bisa mendapatkannya?

Di Kota Waingapu, Waikabubak dan Tambolaka terdapat beberapa restoran dan lebih banyak warung makan yang menyediakan aneka jenis makanan. Di Waibakul hanya ada beberapa warung makan dengan variasi makanan yang terbatas. Pada umumnya, di lokasi wisata, baik yang dekat maupun yang jauh dari wilayah perkotaan belum ada warung atau restoran. Karena itu, Anda disarankan mengantisipasi kondisi ini jika Anda berencana mengadakan perjalanan wisata sehari penuh. Di beberapa lokasi wisata, warga dapat menyiapkan makanan jika Anda terlebih dahulu memesan paling lambat sehari sebelumnya.

4. Penyakit apa yang Anda harus waspadai ketika berada di Sumba?

Berdasarkan pengalaman banyak orang yang datang ke Sumba, malaria adalah penyakit yang harus diantisipasi. Anda perlu mengetahui cara mencegahnya, gejala untuk melakukan tindakan penanganan yang cepat serta sebaiknya menyediakan obat-obatan. Fasilitas kesehatan (rumah sakit dan Puskesmas) dan tenaga medis tidak selalu tersedia bahkan tidak ada di wilayah yang aksesnya jauh dari perkotaan. Anda juga perlu mempertimbangkan perjalanan wisata yang relatif aman jika Anda memiliki penyakit berbahaya yang sewaktu-waktu bisa kambuh saat berwisata.

5. Apa yang tidak boleh dilakukan saat berkunjung ke obyek wisata atau berjumpa dengan komunitas di Sumba?

Saat Anda berkunjung ke lokasi wisata khususnya kampung adat, pastikan Anda mengetahui berbagai larangan dan tidak melanggarnya. Sebab, Anda bukan hanya melukai perasaan warga lokal, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan Anda.
Jika anda punya persoalan dengan warga lokal, sebaiknya Anda menahan diri untuk tidak berkata kasar dan kerkonfrontasi secara langsung dengan warga lokal, karena mereka dapat merespons dengan kekerasan yang berakibat fatal bagi Anda. Sebaiknya Anda meminta tour guide atau orang lokal yang Anda percayai untuk menyelesaikan.
Jika Anda tergerak untuk memberi sesuatu (uang atau barang) kepada penduduk lokal, Anda sebaiknya mendiskusikan dengan tour guide atau orang yang Anda percayai untuk menemukan cara memberikannya, agar tidak menimbulkan kecemburuan, tekanan dari warga lain untuk mendapatkan hal yang sama juga, menciptakan kebiasaan meminta-minta, bahkan konflik di antara warga lokal.

6. Bagaimana cara orang Sumba menyapa dan menjamu tamu serta bagaimana para tamu meresponsnya?

Orang Sumba sangat menghargai tamu yang berkunjung ke rumah atau kampungnya. Jika Anda berkunjung, setelah saling menyapa, Anda akan disuguhi siring pinang sebagai ucapan selamat datang. Anda harus menerimanya, kendati Anda tidak mengunyah. Namun orang Sumba akan merasa sangat dihargai jika Anda ikut mengunyah.
Saat Anda bertandang ke rumah orang Sumba, Anda harus siap dengan keterbatasan yang akan Anda alami. Jika Anda tidak siap, sebaiknya Anda menimbang ulang. Sebab orang Sumba akan memendam kekecewaan bahkan tersinggung jika Anda, misalnya tidak duduk di bale-bale rumahnya, atau tidak minum kopi yang disuguhkan, atau menunjukkan mimik jijik.
Sebaliknya orang Sumba akan sangat antusias dan berbahagia jika Anda menyesuaikan diri dan bercengkerama dengan antusias bersama mereka.

7. Bagaimana kondisi infrastruktur jalan ke lokasi wisata di Sumba?

Secara umum, akses jalan di Sumba relatif baik, kecuali jalan menuju beberapa destinasi yang jauh dari wilayah perkotaan terutama di Kabupaten Sumba Timur. Kebanyakan destinasi wisata dapat dijangkau langsung dengan kendaraan. Pada beberapa lokasi wisata yang terisolir, Anda harus siap berjalan kaki (trekking) cukup jauh. Jika Anda mengunjungi perkampungan yang terletak di perbukitan, Anda hanya berjalan kaki ratusan meter.
Untuk destinasi wisata yang bermedan berat, Anda perlu mempertimbangkan menggunakan jenis mobil khusus. Karena itu, dalam menyusun rencana perjalanan, Anda sebaiknya tahu kondisi jalan menuju ke sana agar Anda menggunakan kendaraan yang memadai.

8. Apa jenis oleh-oleh khas Sumba yang tersedia dan bagaimana memperolehnya?

Jenis oleh-oleh yang biasa tersedia adalah kain tenun (kain, sarung, selendang dan aneka variannya), makanan ringan (kacang-kacangan, selai pisang, kopi), handikraft (antara lain dompet, tas, parang, gelang dan kalung dari tulang kerbau), perhiasan etnik (antara lain mamuli, tali luluamah, sisir haikara).
Hingga saat ini, belum ada tempat khusus penjualan oleh-oleh yang memadai. Biasanya produk oleh-oleh dititipkan di warung atau toko tertentu, itupun masih terbatas. Jika Anda berminat atau punya rencana membawa pulang oleh-oleh khas Sumba, cara terbaik yang disarankan adalah memesannya terlebih dahulu pada komunitas atau orang lokal yang terampil memproduksi, tentu saja memperhitungkan lamanya proses memproduksinya.

9. Bagaimana kondisi fasilitas publik khususnya sanitasi di lokasi obyek wisata?

Fasilitas publik seperti toilet, layanan medis, layanan keamanan, listrik, jaringan telepon, jasa finansial dan lainnya masih menjadi persoalan di beberapa wilayah terisolir di Sumba. Anda sebaiknya memperhitungkan hal ini ketika melakukan perjalanan wisata di Sumba.
Sebagian obyek wisata telah menyediakan toilet. Di wilayah yang terisolir dan sulit air, toilet umumnya belum tersedia. Tapi jangan khawatir, para tamu bisa menggunakan toilet penduduk setempat. Dianjurkan Anda menyediakan air secukupnya (tidak hanya untuk minum) jika Anda bepergian seharian.
Demikian pula Anda harus mengantisipasi jika Anda punya riwayat penyakit tertentu yang sewaktu-waktu kambuh (alternatif solusi: pilih destinasi wisata yang aman), atau Anda hanya bisa mengkonsumsi makanan tertentu (alternatif solusi: bawa makanan dari penginapan), atau Anda punya kebutuhan komunikasi yang intensif (alternatif solusi: cadangkan bateri handphone dan pulsa telepon), dan seterusnya.

10. Dimanakah para tamu dapat mengambil dan menukar uangnya di Sumba?

Pengambilan uang melalui ATM hanya bisa dilakukan di kota kabupaten. Karena itu, jika Anda bepergian ke lokasi wisata dan ingin membeli sesuatu atau oleh-oleh, Anda harus mengambilnya terlebih dahulu di kota kabupaten.
Hanya 2 bank yang memberikan layanan penukaran uang di Sumba. BRI melayani di kantornya yang berada di Waingapu (Sumba Timur) dan Waikabubak (Sumba Barat), sedangkan BNI melayani di kantor yang berlokasi di Waingapu, Waikabubak dan Tambolaka (Sumba Barat Daya).